CONSULTANT ENGINEERING – 2

Consultant Engineering adalah seseorang yang mampu mencari sebab-sebab dari sebuah masalah, lalu menganalisanya. Setelah menganalisa, seorang konsultan engineering dapat melihat apa yang harus dioptimalisasikan.

Sehubungan dengan hal tersebut, BINUS Graduate Program membekali mata kuliah Engineering Optimization yang membahas masalah-masalah di dunia industri dan solusi yang tepat untuk mengatasinya. Kegiatan yang dilakukan untuk menemukan solusi yang tepat yaitu, menginvestigasi masalah-masalah yang ada seperti target produksi tidak tercapai, alokasi tidak sesuai, biaya yang tinggi, dan lain sebagainya.

Senin, (25/07), Taufik selaku Head of Program Master of Industrial Engineering (MIE) menuturkan, untuk menjadi Consultant Engineering yang sukses mereka harus mampu mengakomodasikan ilmu-ilmu yang diperoleh ke dunia nyata atau pekerjaan.

“Jangan sampai beranggapan bahwa pendidikan hanya berkontribusi 20% saja. Kematangan dalam mengambil keputusan, cara menjawab atau membuat solusi, itu ada proses yang dihasilkan dari belajar,” tutur Taufik.

Salah satu mata kuliah di BINUS Graduate Program yaitu Industry Risk Management juga hadir untuk menunjang karir seorang consultant engineering. Industry Risk Management ini membuat mahasiswa dapat berkecimpung di dunia asuransi, pensiunan, dan perbankan.

Saat ini consultant engineering sangat dibutuhkan di dalam bahkan di luar negeri. Banyak industri kecil yg diakuisisi, konsultan akan menilai berapa nilai perusahaan tersebut, bagaimana pasarnya, dan menganalisis menguntungkan atau tidak.

Misal, perusahaan ingin expand atau membuka cabang di tempat lain. Namun karena keterbatasan sumber daya, ia menggunakan konsultan dari luar atau dalam negeri untuk menganalisis layak atau tidaknya membuka cabang di daerah tersebut. Serta engineer akan menghitung biaya, sumber daya, bahan baku, market, dan semuanya.

Keberadaan consultant engineering ini sangat membantu perusahaan untuk mencapai goals yang dituju.