Kolaborasi Lima Institusi Dorong Agroindustri Gula Tebu yang Lebih Berkelanjutan
Binus University bersama Institut Teknologi Sumatera, BRIN, IPB University, dan Universitas Al Azhar Indonesia menggelar kajian lapangan di Pabrik Gula Bungamayang, Lampung, untuk merumuskan rekomendasi peningkatan kinerja keberlanjutan industri gula nasional.
Gula adalah salah satu bahan pokok yang hampir tidak pernah absen dari dapur masyarakat Indonesia. Di balik setiap butirnya, ada rantai panjang agroindustri tebu, mulai dari kebun, pabrik, hingga distribusi, yang menopang perekonomian dan menghidupi banyak orang. Karena perannya yang begitu strategis, agroindustri gula tebu dituntut tidak hanya efisien, tetapi juga tangguh (agile) dan berkelanjutan (sustainable).
Keberlanjutan di sini bukan sekadar soal menjaga lingkungan. Kinerja keberlanjutan menuntut keseimbangan tiga pilar sekaligus: ekonomi, sosial, dan lingkungan. Di sinilah penelitian memegang peran penting, yaitu memetakan kondisi yang ada, menemukan peluang perbaikan, dan menawarkan rekomendasi berbasis data bagi industri.

diskusi dengan tim peneliti
Sinergi Akademisi, Lembaga Riset, dan Industri
Berangkat dari kebutuhan tersebut, Binus University turut ambil bagian dalam kolaborasi penelitian lintas institusi untuk menganalisis dan merumuskan rekomendasi peningkatan kinerja keberlanjutan agroindustri gula tebu. Penelitian ini didanai melalui Hibah Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM) Kompetisi tahun 2026.
Kolaborasi ini melibatkan Binus University, Institut Teknologi Sumatera (ITERA), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), IPB University, dan Universitas Al Azhar Indonesia. Dari sisi industri, penelitian ini bermitra dengan Pabrik Gula (PG) Bungamayang, PT Sinergi Gula Nusantara, di Provinsi Lampung. Dari Binus University, Dr. Muhammad Asrol, S.T.P., M.Si., dosen program Master of Industrial Engineering, terlibat langsung dalam pelaksanaan penelitian.
Perpaduan keahlian dari perguruan tinggi, lembaga riset nasional, dan pelaku industri ini diharapkan menghasilkan kajian yang tidak hanya kuat secara ilmiah, tetapi juga relevan dan dapat diterapkan di lapangan.
Kegiatan kunjungan ke proses pengolahan di PG Bungamayang
Pemaparan Hasil dan Diskusi Bersama Pihak Pabrik
Penelitian telah berjalan sejak awal tahun. Pada 25–27 September 2026, tim peneliti menggelar agenda pemaparan hasil penelitian sekaligus diskusi lanjutan di PG Bungamayang. Diskusi mencakup pelaporan hasil penelitian dan kajian, serta perumusan agenda ke depan untuk meningkatkan kinerja keberlanjutan agroindustri gula tebu.
General Manager PG Bungamayang yang hadir dalam diskusi menyambut baik kerja sama ini beserta hasil yang telah diperoleh. Beliau juga berbagi wawasan mengenai kondisi aktual pabrik, masukan berharga yang akan menjadi pertimbangan penting dalam analisis tim peneliti selanjutnya.
Kegiatan diskusi dengan tim peneliti dengan PG Bungamayang
Menyelami Proses Produksi Secara Langsung
Tidak berhenti di ruang diskusi, kegiatan ini juga diperkaya dengan kunjungan ke area pabrik. Tim peneliti melihat langsung alur produksi gula dan melakukan pengambilan data, khususnya pada tahapan proses produksi. Data lapangan ini menjadi fondasi penting agar rekomendasi yang dihasilkan benar-benar sesuai dengan kondisi nyata di pabrik.
Langkah Berkelanjutan untuk Gula Indonesia
Kolaborasi ini menjadi contoh bagaimana perguruan tinggi, lembaga riset, dan industri dapat bergerak bersama menjawab tantangan nyata. Ke depan, kegiatan serupa akan terus dikembangkan agar mampu menghasilkan rekomendasi yang konkret bagi peningkatan kinerja keberlanjutan agroindustri gula tebu Indonesia, demi industri yang lebih efisien, masyarakat yang lebih sejahtera, dan lingkungan yang tetap terjaga.


Comments :