Seminar Publik MIE Binus University: Supply Chain Resilience in the Era of Global Uncertainty
Seminar Supply Chain Resilience in Era of Global Uncertainty
09 Mei 2026 · Master of Industrial Engineering, Binus University
Di tengah gelombang ketidakpastian global yang semakin kompleks, Master of Industrial Engineering Binus University menghadirkan ruang diskusi strategis bagi para akademisi, praktisi, dan masyarakat umum untuk bersama-sama memetakan tantangan dan solusi dalam menjaga ketangguhan rantai pasok.
Sebagai wujud nyata komitmen program studi Master of Industrial Engineering (MIE) Universitas Bina Nusantara dalam berkontribusi kepada masyarakat luas, pada 09 Mei 2026 telah diselenggarakan seminar publik bertema “Supply Chain Resilience in the Era of Global Uncertainty”. Seminar ini menghadirkan perspektif mendalam dari seorang praktisi berpengalaman yang sekaligus merupakan alumni kebanggaan program studi MIE.
Pembukaan: Komitmen MIE dalam Industry 5.0 dan Digital Supply Chain
Seminar dibuka secara resmi oleh Dr. Muhammad Asrol, STP, MSi, selaku Head of Department Master of Industrial Engineering Binus University. Dalam sambutannya, Dr. Asrol menegaskan kembali komitmen program studi MIE untuk senantiasa fostering and empowering the society, tidak hanya melalui pendidikan di dalam kelas, tetapi juga melalui forum-forum intelektual yang menjangkau publik lebih luas.
Dr. Asrol juga memperkenalkan visi dan arah pengembangan program studi MIE yang kini semakin berfokus pada tiga pilar utama: Industry 5.0, digital supply chain, dan managing uncertainty. Ketiga pilar ini dinilai sangat relevan dalam menghadapi dinamika industri global yang terus berubah dan penuh dengan ketidakpastian.
Pembicara: Praktisi Berpengalaman, Alumni MIE Binus University
Seminar ini menghadirkan Bapak Fajar Indra Kurniawan, MT sebagai pembicara utama. Beliau bukan hanya seorang praktisi supply chain dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri, tetapi juga merupakan alumni program studi MIE Binus University, sebuah fakta yang semakin mempererat makna kehadiran beliau dalam forum ini sebagai bukti nyata kualitas lulusan MIE yang berhasil berkiprah di level strategis industri.
Seminar dipandu oleh Bapak Elioenai Sitepu, PhD sebagai moderator, yang dengan cakap membangun dinamika diskusi yang hidup dan interaktif, mendorong engagement antara pembicara dan peserta sepanjang sesi berlangsung.
Resiliensi Rantai Pasok di Tengah Badai Ketidakpastian Global
Dalam paparannya, Pak Fajar menyampaikan keprihatinan sekaligus pandangannya yang tajam mengenai resiliensi rantai pasok dalam menghadapi berbagai kondisi ketidakpastian global, baik yang sedang terjadi saat ini maupun yang berpotensi muncul di masa mendatang. Beliau menekankan bahwa ketangguhan rantai pasok bukan lagi sebuah keunggulan kompetitif semata,melainkan telah menjadi kebutuhan mendasar bagi setiap perusahaan yang ingin bertahan dan tumbuh.

Pak Fajar berbagi pengalaman langsung dari lapangan, termasuk bagaimana beliau dan timnya berhasil menjaga stabilitas dan keberlangsungan rantai pasok di tengah guncangan pandemi COVID-19, salah satu ujian terberat yang pernah dihadapi dunia industri dalam beberapa dekade terakhir. Pengalaman tersebut menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya fleksibilitas, kecepatan adaptasi, dan perencanaan skenario yang matang.
Saat ini, tantangan serupa kembali hadir dalam wujud yang berbeda. Pak Fajar mengungkapkan bahwa beliau tengah menghadapi tekanan nyata berupa ketidakpastian rantai pasokan dan fluktuasi harga bahan baku yang dipicu oleh berbagai faktor geopolitik dan ekonomi global. Untuk menghadapinya, beliau menerapkan berbagai strategi mitigasi risiko yang adaptif dan berbasis data.
Core Skills Praktisi Supply Chain Masa Depan
Sebagai seorang praktisi yang juga memiliki latar belakang pendidikan yang kuat, Pak Fajar turut menyoroti pentingnya pengembangan kompetensi bagi para profesional di bidang supply chain. Menurutnya, ada beberapa core skills yang mutlak harus dimiliki oleh seorang praktisi rantai pasok di era ini.
Salah satu yang paling ditekankan adalah kemampuan system thinking , yakni kemampuan untuk melihat rantai pasok sebagai sebuah sistem yang saling terhubung secara kompleks, bukan sekadar rangkaian proses yang berdiri sendiri. Kemampuan ini harus dipadukan dengan penguasaan simulasi sistem, yang memungkinkan para praktisi untuk memodelkan berbagai skenario ketidakpastian dan mengantisipasi dampaknya sebelum benar-benar terjadi di lapangan. Kombinasi keduanya menjadi bekal yang sangat berharga dalam pengambilan keputusan yang cepat, tepat, dan berbasis bukti.
Menutup dengan Harapan dan Inspirasi
Seminar ini menjadi bukti nyata bahwa forum akademik dan praktisi dapat berjalan beriringan secara produktif. Kehadiran alumni yang telah berhasil di industri menjadi sumber inspirasi bagi para peserta, sekaligus memperkuat keyakinan bahwa pendidikan di MIE Binus University membekali lulusannya dengan fondasi yang kokoh untuk menghadapi kompleksitas dunia nyata.

Melalui kegiatan seperti ini, Master of Industrial Engineering Binus University terus mempertegas posisinya sebagai program studi yang tidak hanya berorientasi akademis, tetapi juga responsif terhadap kebutuhan industri dan masyarakat selaras dengan semangat fostering and empowering the society yang menjadi landasan seluruh gerak langkah Binus University.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai program dan kegiatan Master of Industrial Engineering Binus University, silakan kunjungi laman resmi Binus University.



Comments :